Diagram Alur Kesebangunan

.......

Syarat Kesebangunan pada segitiga:

(1)Perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian sama. (2)Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. (3)Dua sisi yang bersesuaian memiliki perbandingan yang sama dan sudut bersesuaian yang diapit sama besar.

Excellent Privat 0822-1320-1985.

Les Privat dengan fasilitas terlengkap (Modul Materi Lengkap, Latihan Soal, dll).

Program Pulang Sekolah

Ayo bergabung bersama kami di "Pintar dengan Belajar di Rumah". Bersama kami kalian tidak perlu pusing lagi dengan sulitnya pelajaran di sekolah. Hubungi: 0822-1320-1985

Selamat Menempuh Ujian.

Ujian sudah dekat!! Ayo persiapkan dirimu dengan baik untuk meraih prestasi terbaik.

Showing posts with label 9 SMP. Show all posts
Showing posts with label 9 SMP. Show all posts

Tuesday, October 6, 2015

Macam-macam Syair Menurut isinya

Menemukan Tema dan Pesan Syair

     Tahukah kalian tentang syair?
     Syair adalah salah satu jenis puisi lama. Ia berasal dari Persia (sekarang Iran) dan telah dibawa masuk ke Nusantara bersama-sama dengan kedatangan Islam. Kata syair berasal dari bahasa Arab syu'ur yang berarti perasaan. Kata syu'ur berkembang menjadi kata syi'ru yang berarti puisi dalam pengertian umum. Syair dalam kesusastraan Melayu merujuk pada pengertian puisi secara umum.           Akan tetapi, dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair di negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain: Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.


Menurut isinya, syair dapat dibagi menjadi lima golongan, sebagai berikut.

1. Syair Panji

     Syair panji menceritakan tentang keadaan yang terjadi dalam istana dan keadaan orang-orang yang berada atau berasal dari dalam istana. Contoh syair panji adalah Syair Ken Tambuhan yang menceritakan tentang seorang putri bernama Ken Tambuhan yang dijadikan persembahan kepada Sang Ratu Kauripan.

2. Syair Romantis

     Syair romantis berisi tentang percintaan yang biasanya terdapat pada cerita pelipur lara, hikayat, maupun cerita rakyat. Contoh syair romantis yakni Syair Bidasari yang menceritakan tentang seorang putri raja yang telah dibuang ibunya. Setelah beberapa lama ia dicari Putra Bangsawan (saudaranya) untuk bertemu dengan ibunya. Pertemuan pun terjadi dan akhirnya Bidasari memaafkan ibunya, yang telah membuang dirinya.

3. Syair Kiasan

     Syair kiasan berisi tentang percintaan ikan, burung, bunga atau buahbuahan. Percintaan tersebut merupakan kiasan atau sindiran terhadap peristiwa tertentu. Contoh syair kiasan adalah Syair Burung Pungguk yang isinya menceritakan tentang percintaan yang gagal akibat perbedaan pangkat, atau seperti perumpamaan "seperti pungguk merindukan bulan".

4. Syair Sejarah

     Syair sejarah adalah syair yang berdasarkan peristiwa sejarah. Sebagian besar syair sejarah berisi tentang peperangan. Contoh syair sejarah adalah Syair Perang Mengkasar (dahulu bernama Syair Sipelman), berisi tentang perang antara orang-orang Makassar dengan Belanda.

5. Syair Agama

     Syair agama merupakan syair terpenting. Syair agama dibagi menjadi empat yaitu: (a) syair sufi, (b) syair tentang ajaran Islam, (c) syair riwayat cerita nabi, dan (d) syair nasihat.

Perlu kalian ketahui, setiap syair pasti mengandung pesan tertentu. Pesan tersebut dapat kalian simpulkan setelah memahami isi sebuah syair.

Dengarkanlah pembacaan Syair Pesanan Ayahanda berikut dengan saksama! Selama kalian menyimak, tutuplah buku ini dan catatlah kata-kata sukar yang tidak kalian ketahui artinya!



     Syair Pesanan Ayahanda

Dengarkan tuan ayahanda berperi,
Kepada anakanda muda bestari,
Jika benar kepada diri,
Nasihat kebajikan ayahanda beri.

Ayuhai anakanda muda remaja,
Jika anakanda mengerjakan raja,
Hati yang betul hendaklah disahaja,
Serta rajin pada bekerja.

Menjalankan kerja janganlah malas,
Zahir dan batin janganlah culas,
Jernihkan hati hendaklah ikhlas,
Seperti air di dalam gelas.

Jika anakanda jadi besar,
Tutur dan kata janganlah kasar,
Janganlah seperti orang sasar,
Banyak orang menaruh gusar.

Tutur yang manis anakanda tuturkan,
 Perangai yang lembut anakanda lakukan,
Hati yang sabar anakanda tetapkan,
Perasaan orang anakanda fikirkan.

Kesukaan orang anakanda cari,
Supaya hatinya jangan lari,
Masyurlah anakanda dalam negeri,
Sebab kelakukan bijak bestari.

Nasihat ayahanda anakanda fikirkan,
Keliru syaitan anakanda jagakan,
Orang berakal anakanda hampirkan,
Orang jahat anakanda jauhkan.

Setengah orang fikir keliru,
Tidak mengikut pelajaran guru,
Tutur dan kata haru biru,
Kelakuan seperti anjing pemburu,

Tingkah laku tidak kelulu,
Perkataan kasar keluar selalu,
Tidak memikirkan orang empunya malu,
Bencilah orang hilir dan hulu.

Itulah orang akalnya kurang,
Menyangka dirinya pandai seorang,
Takbur tidak membilang orang,
Dengan manusia selalu berperang.
(Sumber: http://penyair.wordpress.com, 2008)


Sumber: bse Bahasa indonesia kelas 9 SMP

Menulis Cerpen berdasarkan Peristiwa Nyata

Menulis Cerpen berdasarkan Peristiwa Nyata

      Menulis cerpen harus banyak berkhayal karena cerpen memang karya fiksi yang berbentuk prosa. Peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam cerpen hanya direkayasa oleh pengarangnya. Demikian pula para pelaku yang terlibat dalam peristiwa itu. Waktu, tempat, dan suasana terjadinya peristiwa pun hanya direka-reka oleh pengarang. Oleh karena itu, cerpen (dan semua cerita fiksi) disebut cerita rekaan.
      Cerita dalam cerpen mungkin saja terjadi sebab bahan baku cerpen memang bisa berasal dari kisah yang benar-benar terjadi dalam masyarakat. Boleh jadi, bahan baku cerpen benar-benar dialami sendiri oleh pengarangnya. Kisah nyata yang benar-benar terjadi itu oleh pengarangnya diolah, yaitu ditambah, dikurangi, digabungkan, diubah nama pelakunya, diganti tempat terjadinya, dan lain-lain. Akan tetapi, semua bahan baku yang semula benar-benar terjadi itu setelah diolah oleh pengarang dalam bentuk cerpen, menjadi cerita fiksi, cerita khayal, atau cerita rekaan.
      Jika akan menulis cerpen, yang pertama-tama kalian lakukan adalah mencari dan menentukan tema. Tema cerita tersebar luas di sekeliling kalian, bahkan juga di dalam diri kita. Apa yang pernah kalian alami, lihat, dengar, rasakan, bayangkan, dan lain-lain dapat kalian pilih menjadi tema cerpen. Tema yang kalian pilih tentu saja tema yang menarik, terutama menarik bagi diri kalian dan kalian perkirakan juga menarik bagi orang lain.
      Setelah tema kalian tentukan, tema itu harus kalian rinci lebih dahulu karena tema masih berupa ide pokok. Bila tema langsung dikembangkan menjadi sebuah cerpen, penulisan cerpen masih akan mengalami banyak kesulitan. Oleh karena itu, tema harus dirinci, dijabarkan lebih lanjut, apa saja yang akan diceritakan.
      Setelah menjabarkan tema, kita perlu mempertegas peristiwa-peristiwa apa yang akan terjadi dalam cerpen. Peristiwa-peristiwa itu kemudian kalian susun demikian rupa sehingga membentuk plot cerita.
      Plot atau alur cerita adalah rangkaian peristiwa yang sambung-menyambung dalam sebuah cerita berdasarkan logika sebab akibat. Dalam sebuah cerita terdapat berbagai peristiwa. Akan tetapi, peristiwa-peristiwa dalam cerita itu tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan antara peristiwa satu dengan peristiwa lainnya. Rangkaian peristiwa itulah yang membentuk plot atau alur cerita.


Bacalah pengalaman Wayan berikut ini.
      Sejak duduk di kelas VII SMP aku sudah rajin menabung. Rencananya uang tabungan tersebut akan aku belikan playstation kesukaanku. Akan tetapi, keinginan tersebut berubah setelah ibu meminjamnya untuk memperluas usaha yang dimiliki keluargaku.
      Pengalaman Wayan tersebut dapat diubah menjadi penggalan cerpen berikut.


Celengan ayam

      Celengan ayam itu kutimang-timang. Terasa berat di tanganku. Mungkin sudah ada beratus-ratus uang logam dan lembaran ribuan di sana. Mungkin juga sudah cukup untuk membeli playstation impianku. Tapi ... kembali terngiang ucapan ibu tadi siang.
      "Yan, bagaimana menurutmu kalau celengan ayammu tidak usah kamu gunakan untuk membeli playstation?" ucap ibu lirih.
      "Lalu mau digunakan untuk apa, Bu?"
      "Ibu mempunyai rencana untuk memperluas kios kita dengan barang-barang kebutuhan rumah tangga lainnya.
      Kamu mengerti maksud ibu bukan, Yan?"
      "Iya, Bu."
      Ah seandainya saja ayah masih ada. Tentu ibu tidak perlu bersusah payah membuka kios seperti itu. Seandainya saja ... .
      Dengan pelan-pelan kuelus celengan ayam itu. Ada rasa sayang untuk merelakan satu-satunya benda yang kumiliki itu.
      Celengan yang kumiliki sejak kelas VII SMP. Setiap hari aku mengisinya dengan uang saku yang diberikan ayah. Sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya menjadi seberat ini. Haruskah kubuka celengan itu untuk kuberikan pada ibu?
      Sekelebat wajah ibu membayang di pikiranku. Aku kasihan padanya. Sejak ayah meninggal. Ibu terlihat semakin bertambah tua, mungkin karena beban berat yang harus ditanggungya. Kubulatkan niatku untuk merelakan celengan ayam itu.
      Untuk terakhir kali kuelus celengan itu. Selamat tinggal playstation. Perlahan kuangkat celengan itu dan kubanting ke lantai. Pyaar ... . Celengan itu pecah berkeping-keping. Uang logam dan lembaran uang kertas berserakan di lantai. Kupungut satu per satu untuk kuhitung.
........................................
(Sumber: Yunior, 2 Desember 2007 dengan pengubahan)



Sumber: bse Bahasa indonesia kelas 9 SMP

Cerpen "Nasi Goreng"

Nasi Goreng

Oleh: Duryatin Amal


        Rima dan Ramli tinggal bertiga dengan ibu mereka. Rima kini baru masuk SMA. Dan Ramli naik ke kelas VII SMP. Ibu mereka bekerja sebagai pencuci pakaian di beberapa rumah besar. Walaupun demikian, Rima dan Ramli tetap bercitacita tinggi. Mereka selalu rajin belajar dan tidak putus asa.
        Tahun ini, Rima sangat bangga, karena ia diterima di salah satu SMA favorit. Rima harus menjalani MOS (Masa Orientasi Siswa) selama tiga hari pertama. Pada masa itu, ia bisa berkenalan dengan siswa lainnya. Juga dengan kakak kelas dan dengan program sekolahnya.
        Pada hari kedua MOS, Kak Mimi, salah satu kakak OSIS memberi pengumuman, "Adik-adik kelas sepuluh, besok ada acara tukaran makanan. Jadi kalian semua harus bawa makanan sendiri-sendiri. Nantinya akan saling ditukarkan!"
        "Kak, makanannya misalnya apa, Kak?" tanya salah seorang anak.
        "Oh, ya! Harus nasi lengkap dengan lauk dan sayuran. Harganya minimal Rp2.000,00."
        Setelah Kak Mimi pergi, Rima jadi bingung sendiri. Dia akan membawa nasi dan lauk apa? Di rumahnya tak ada lauk yang enak dan istimewa. Paling hanya tempe dan tahu. Di rumah biasanya Rima menambahkan kecap di nasi putihnya. Itu sudah terasa nikmat sekali baginya. Tapi kalau Rima membawa menu seperti itu ke sekolah, ia takut diejek kawan-kawannya.
Setiba di rumah, Rima menceritakan tugasnya itu kepada ibu.
        "Rim, sekarang ibu mau kerja dulu. Kamu saja yang memikirkan menu apa yang akan kamu bawa. Kalau bisa yang murah-murah saja. Agar ibu sanggup membelinya," kata ibu.
        Namun, sampai ibunya pulang kerja, Rima belum juga menemukan jalan keluarnya. Untungnya pada saat sedang belajar malam, ia menemukan ide. Rima bergegas menemui ibunya.
        "Bu, bagaimana kalau besok Rima bawa nasi goreng saja? Murah dan mudah kan, Bu?" ujar Rima.
        "Benar juga. Kalau begitu, besok pagi-pagi akan ibu buatkan nasi goreng," kata ibu sambil menguap.
        Rima iba melihat ibunya. Ibu Rima sebenarnya belum terlalu tua. Namun karena ia bekerja sangat keras, wajahnya tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
Paginya, Rima membantu ibunya memasak nasi goreng. Nasi goreng itu lalu dibungkus dengan daun pisang yang diambil dari kebunnya.
        "Terima kasih, ya, Bu. Rima berangkat dulu, ya!" pamit Rima pada ibunya.
        Dengan gembira ia mengayuh sepeda tuanya menuju ke sekolah. Beberapa saat kemudian, Rima sudah berada di dalam kelas. Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya tibalah acara yang dinanti-nanti Rima. Acara pertukaran makanan. "Adik-adik kelas sepuluh, sudah bawa makanan semua, kan?" tanya kakak OSIS.
        "Sudah Kak!" jawab murid-murid kelas sepuluh serentak.
        Makanan yang dibawa murid-murid lalu dikumpulkan di meja guru. Rima mulai tegang.
Bagaimana jika makanannya jatuh pada temannya yang kaya? Apa dia mau memakan nasi gorengnya yang sederhana? Rima takut kalau-kalau teman-temannya mencemooh masakan itu.
        Akhirnya saat pembagian makanan pun tiba. Rima mendapat makanan dari Rio. sedangkan nasi goreng bungkusannya diterima Miranda. Rima tidak langsung membuka kotak bekal dari Rio. Ia melirik ke arah Miranda yang membuka bungkusan nasi gorengnya itu.
        "Wow, nasi goreng! Aku suka sekali nasi goreng! Wah kelihatannya enak!" sorak Miranda. Rima melihat Miranda memakan sesendok nasi gorengnya.
        "Wow, enak sekali! Punya siapa ini?" tanya Miranda.
        "Itu punyaku," jawab Rima. "Oh, kamu Rima, ya?" "Iya," jawab Rima singkat.
        "Rim, siapa yang memasak nasi goreng ini?" tanya Miranda.
        "Ibuku," sahut Rima sedikit lega.
        "Kebetulan, lusa ulang tahunku. Aku sedang cari makanan katering. Apa ibumu mau menerima pesanan nasi goreng seperti ini?" tanya Miranda.
        "Bisa! Tentu saja bisa! Nanti akan aku bicarakan dengan ibuku," sahut Rima senang. Rosa dan Maya mendekati Miranda dan Rima.
        "Oh, ini ya, nasi gorengnya! Boleh kucoba?" kata Rosa sambil menyendok sedikit nasi goreng.         "Wah, enak sekali! Ibuku kan bekerja di kantor. Kebetulan ibu sedang bingung mencari katering untuk makan siang di kantornya! Ibuku pasti senang kalau bisa memesan nasi goreng seperti ini," kata Rosa.
        "Oh, tentu saja bisa!" jawab Rima.
        Kabar ini cepat menyebar. Sampai pada saat istirahat kedua, saat Rima sedang jalan di kantin, ibu penjual di kantin bertanya.
        "Kamu Rima, ya?" tanyanya.
        "Iya, Ada apa, Bu?" tanya Rima heran. "Begini, ibu mau pesan nasi goreng buatan ibumu yang katanya enak itu. Mau ibu jual di kantin ini. Kalau bisa, lusa ibu pesan lima puluh bungkus dulu. Kalau laris, nanti ibu akan pesan lebih banyak lagi!"
        "Oh, ya? Baiklah, nanti saya tanyakan ke ibu!" jawab Rima senang.
        "Oh, ya nanti modalnya ini ada sedikit uang," ibu kantin menyodorkan sejumlah uang. Sampai di rumah, Rima berlari-lari mendekati ibunya yang sedang memasak. Ia bercerita tentang pesanan nasi goreng yang diterimanya tadi.
        "Oh, Ibu senang sekali!" Ibu memeluk Rima. Mereka sangat bersyukur untuk berkat Tuhan hari itu.
(dikutip dengan pengubahan)



Sumber: bse Bahasa indonesia kelas 9 SMP

Unsur-unsur Intrinsik yang ada di dalam Cerpen

Cerpen merupakan salah satu bentuk karya sastra yang berwujud prosa. Cerpen ada yang bersifat fiktif dan nonfiktif. Cerita yang ditampilkan dalam sebuah cerpen biasanya hanya sepenggal peristiwa yang terjadi pada seseorang dan fokus cerita terletak pada tokoh utamanya. Cerpen biasanya juga diterbitkan dan dibukukan dalam bentuk kumpulan yang disebut buku kumpulan cerpen.

Akan tetapi, sebelum kalian berlatih menganalisis nilai kehidupan pada cerpen-cerpen dalam satu buku kumpulan cerpen, terlebih dulu kalian harus memahami tentang unsur-unsur intrinsik yang ada di dalamnya. Pada umumnya, unsur intrinsik cerpen meliputi hal-hal berikut ini.
  1. Tema adalah sumber gagasan/ide cerita atau gagasan pokok yang dikembangkan menjadi sebuah karangan.
  2. Alur adalah urutan peristiwa sebab akibat yang menjalin suatu cerita. Ada alur maju, alur mundur, dan alur gabung (gabungan dari alur maju dan alur mundur).
  3. Tokoh adalah pelaku-pelaku dalam cerita. Tokoh dibedakan menjadi tiga, yakni protagonis (tokoh utama), antagonis (tokoh penentang), dan tritagonis (tokoh ketiga).
  4. Sudut pandang adalah tempat atau titik dari mana seseorang melihat objek karangan.
  5. Latar adalah waktu dan tempat serta keadaan sosial yang digunakan pengarang dalam menyusun cerita.
  6. Amanat adalah pesan moral yang terdapat dalam cerita.
Bila kalian cermati, tokoh-tokoh di dalam cerpen mempunyai sifat dan melakukan aktivitas seperti kehidupan manusia sesungguhnya. Dengan kata lain, cerpen mengandung nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari peran masing-masing tokoh dalam isi cerpen tersebut.

Di dalam setiap karya sastra (termasuk cerpen) terkandung beberapa nilai yang dapat diteladani atau dipetik hikmahnya. Ada pun nilai-nilai tersebut antara lain:
  1. nilai moral atau keagamaan yaitu nilai yang berkenaan dengan Tuhan dan agama;
  2. nilai kemanusiaan atau sosial yaitu nilai yang berkenaan dengan masyarakat;
  3. nilai etika atau susila atau norma yaitu nilai yang berkenaan dengan budi bahasa, sopan santun; dan
  4. nilai estetika atau keindahan yaitu nilai yang berkenaan dengan seni dan keindahan.


Sumber: bse Bahasa indonesia kelas 9 SMP

Monday, April 7, 2014

Dua Segitiga yang Kongruen (Kekongruenan Segitiga)

Kali ini, pembahasan bangun-bangun yang kongruen difokuskan pada bangun segitiga. Untuk menunjukkan apakah dua segitiga kongruen atau tidak, cukup ukur setiap sisi dan sudut pada segitiga. Kemudian, bandingkan sisi-sisi dan sudut-sudut yang bersesuaian.
Perhatikan table syarat kekongruenan dua segitiga berikut.
Syarat Dua Segitiga yang Kongruen


Perhatikan Contoh Soal berikut

Contoh Dua Segitiga yang Kongruen
Gambar di samping merupakan gambar segitiga sama sisi STU. Jika SO tegak lurus TU dan panjang sisi-sisinya 3 cm, buktikan bahwa ∆STO ≅ ∆SUO.

Jawab:
  • ∆STO merupakan segitiga samasisi sehingga:
    ST = TU = US = 3 cm      dan
    ∠STU = ∠TUS = ∠UST = 60°.
  • SO tegak lurus TU maka
    ∠SOT = ∠SOU = 90° dan TO = OU
    sehingga
    ∠OST = 180° - (∠STO +∠TOS)
               = 180° - (60°+ 90°) = 30°

∠USO = 180° - (∠SOU +∠OUS)
            = 180° - (90° + 60°) = 30°
Oleh karena
(i) ∠T = ∠U = 60°
(ii) ST = US = 3 cm
(iii) ∠OST = ∠USO = 30°
terbukti bahwa ∆STO ≅ ∆SUO



Perhatikan dua segitiga yang kongruen berikut.

Tentukan nilai w, x, y, dan z.

Jawab:
Oleh karena ∆ABC ≅ ∆PQR, sudut-sudut yang bersesuaian sama besar, yaitu
    ∠A = ∠Q = z =35°
    ∠C = ∠R = w = 65°
    ∠B = ∠P = x = y = 180° - (35° + 65°)
          = 180° - 100° = 80°
Jadi, w = 65°, x = y = 80°, dan z = 35°.

Sunday, April 6, 2014

Kekongruenan Bangun Datar

Dua bangun atau lebih dikatakan kongruen jika bangun-bangun tersebut memiliki bentuk dan ukuran yang sama serta sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
Perhatikan Gambar berikut


Panjang sisi-sisi yang bersesuaian pada kedua layang-layang tersebut sama besar, yaitu AB = QR = AD = RS dan BC = PQ = CD = SP. Sudut-sudut yang bersesuaian pada kedua laying-layang tersebut juga sama besar, yaitu ∠A = ∠R, ∠C = ∠P, ∠B = ∠Q, dan ∠D = ∠S. Oleh karena itu, layang-layang ABCD dan layang-layang PQRS kongruen, ditulis layang-layang ABCD ≅ layang-layang PQRS.







Perhatikan gambar berikut.


Tunjukkan bahwa kedua bangun tersebut kongruen.

Jawab:
  1. Panjang sisi-sisi yang bersesuaian pada trapesium ABCD dan trapesium PQRS sama besar, yaitu
    AB = PQ,
    BC = QR,
    CD = RS,   dan
    AD = PS.

  2. Sudut-sudut yang bersesuaian pada kedua trapesium tersebut sama besar, yaitu
    ∠A = ∠P = ∠E = ∠Q   dan
    ∠C = ∠R = ∠D = ∠S.
Dari jawaban a dan b terbukti bahwa trapesium ABCD ≅ trapesium PQRS.



Perhatikan dua bangun datar yang kongruen berikut.

Tentukan besar ∠E.

Jawab :
Oleh karena kedua bangun datar tersebut kongruen, sudut-sudut yang bersesuaian sudah pasti sama besar.
∠A = ∠F = 45°
∠C = ∠H = 60°
∠D = ∠G = 120°
∠B = ∠E = ......?

Jumlah sudut pada bangun datar ABCD = jumlah sudut pada bangun datar EFGH = 360°.
∠E = 360° - (–F + –G + –H )
      = 360° - (45° +120° + 60° )
      = 360° - 225° = 35°
Jadi, ∠E = 35°




Saturday, April 5, 2014

Sifat-sifat Kesebangunan pada Segitiga (Syarat Dua Segitiga Sebangun)

Berbeda dengan bangun datar yang lain, syarat-syarat untuk membuktikan kesebangunan pada segitiga memiliki keistimewaan tersendiri.


Secara garis besar dua segitiga dikatakan sebangun jika memenuhi Syarat dua segitiga sebangun, yaitu:
1) Sudut-sudut yang bersesuaian sama besar.
2) Panjang sisi-sisi yang bersesuaian memiliki perbandingan senilai.


Untuk memeriksa kesebangunan pada segitiga, cukup lakukan tes pada kedua segitiga tersebut sesuai dengan unsur-unsur yang diketahui, seperti pada table berikut ini



Ketiga syarat kesebangunan pada segitiga dapat digunakan untuk mencari panjang salah satu sisi segitiga yang belum diketahui dari dua buah segitiga yang sebangun.
Perhatikan contoh soal di bawah ini.



Perhatikan gambar berikut.

Jika kedua segitiga pada gambar tersebut sebangun, tentukan panjang PR.

Jawab:
KL = 7 ⟹ PQ = 3 × KL = 21 cm
LM = 10 ⟹ QR = 3 × LM = 30 cm
MK = 6 ⟹ PR = 3 × MK = 3 × 6 = 18
Jadi, panjang PR adalah 18 cm



Gambar berikut menunjukkan ∆ABC dengan DE sejajar BC. Jika panjang AD = 8 cm,
BD = 2 cm, dan DE = 4 cm, tentukan panjang BC.


Jawab:
Oleh karena ∆ABC sebangun dengan ∆ADE, maka

Jadi, panjang BC adalah 5 cm



Sebuah tongkat yang tingginya 1,5 m mempunyai bayangan 1 m. Jika pada saat yang sama, bayangan sebuah tiang bendera adalah 2,5 m, tentukan tinggi tiang bendera tersebut.


Jawab :
Misalkan,
DE = tinggi tongkat
BD = bayangan tongkat
AB = bayangan tiang bendera
AC = tinggi tiang bendera

Jadi, panjang tiang bendera tersebut adalah 3,75 m



Friday, April 4, 2014

Kesebangunan Bangun Datar

Dua bangun yang mempunyai bentuk yang sama tetapi ukurannya berbeda disebut Sebangun.


Perhatikan Gambar 1.1. Sebangunkah persegi panjang ABCD dengan persegi panjang EFGH?
Pada persegi panjang ABCD dan persegpanjang EFGH, perbandingan panjangnya adalah 4 : 8 = 1 : 2.
Adapun perbandingan lebarnya adalah 2 : 4 = 1 : 2.
Dengan demikian, perbandingan sisi-sisi yang bersesuaian pada kedua persegi panjang tersebut dapat dinyatakan sebagai berikut.


Kemudian, perhatikan sudut-sudut yang bersesuaian pada persegi panjang ABCD dan persegipanjang EFGH. Oleh karena keduanya berbentuk persegi panjang, maka setiap sudut besarnya 90° sehingga sudut-sudut yang bersesuaian pada kedua bangun tersebut sama besar. Artinya kedua persegi panjang tersebut memiliki sisi-sisi yang bersesuaian dan sebanding sedangkan sudut-sudut yang bersesuaian sama besar. Oleh karena itu, persegi panjang ABCD dan persegipanjang EFGH dikatakan sebangun.

dua atau lebih bangun dikatakan sebangun jika memenuhi syarat-syarat sebagai berikut.




Di antara gambar-gambar berikut, manakah yang sebangun?

Jawab:
a. Perhatikan persegipanjang IJKL dan persegi MNOP.
  1. Perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian adalah

    Jadi, sisi-sisi yang bersesuaian pada persegipanjang IJKL dan persegi MNOP tidak sebanding.

  2. Besar setiap sudut pada persegipanjang dan persegi adalah 90° sehingga sudut-sudut yang bersesuaian pada persegipanjang IJKL dan persegi MNOP sama besar.
      Dari (i) dan (ii) dapat disimpulkan bahwa persegipanjang IJKL dan persegi MNOP tidak sebangun.

b. Perhatikan persegi MNOP dan persegi QRST.
  1. Perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian adalah

    Jadi, sisi-sisi yang bersesuaian pada persegi MNOP dan persegi QRST sebanding.

  2. Oleh karena bangun MNOP dan QRST berbentuk persegi, besar setiap sudutnya 90° sehingga sudut-sudut yang bersesuaian pada kedua bangun tersebut sama besar.
     Dari (i) dan (ii) dapat disimpulkan bahwa persegi MNOP dan persegi QRST sebangun.

c. Dari jawaban a telah diketahui bahwa persegipanjang IJKL tidak sebangun dengan persegi MNOP. Dengan demikian, persegipanjang IJKL juga tidak sebangun dengan persegi QRST.



Perhatikan gambar berikut.

Jika kedua bangun pada gambar tersebut sebangun, tentukan panjang QR.

Jawab:
Oleh karena persegipanjang ABCD dan persegi panjang PQRS sebangun, perbandingan sisi-sisi yang bersesuaiannya sebanding.

Jadi, panjang QR adalah 3 cm.



Diketahui dua jajargenjang yang sebangun seperti gambar berikut.

Tentukan nilai x.
Jawab:
Perhatikan jajargenjang ABCD.
∠B = ∠D = 120°
∠A = ∠C = 180° - 120° = 60°
Oleh karena jajargenjang ABCD sebangun dengan jajargenjang EFGH, besar sudut-sudut
yang bersesuaiannya sama besar. Dengan demikian, ∠E=∠A= 60°.
Jadi, nilai x = 60°



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More